Gejala Insomnia

Secara umum, orang menyebut insomnia sebagai gangguan tidur, berupa sulit tidur. Definisi insomnia, ialah persepsi yang tidak adekuat tentang kualitas dan kuantitas tidur, dengan akibat yang terkait disiang hari. Keluhan yang paling jelas dikemukakan antara lain adalah sulit memulai tidur, sering terbangun dari tidur, sulit tidur lagi, setelah terbangun dimalam hari, cepat bangun di pagi hari. Sesuai definisi, gejala insomnia tersebut harus berhubungan engan gangguan disiang hari, misalnya keletihan, konsetrasi maupun memori terganggu dan sebagainya. Namun hormon melatonin yang turun, antara lain karena radiasi elektromagnetik, juga dapat menimbulkan gangguan insomnia ini.

Gejala Insomnia

Gejala Insomnia

Diagnosis banding penyebab insomnia dengan gejala insomnia mencakup gangguan neuropsikiatru seperti depresi, ansietasm demensia, juga penyalahgunaan obat, maupun gangguan irama sirkadian. Sedangkan salah satu penyebab gangguan irama sirkadian yang menyebabkan orang sukar tidur adalah radiasi elektromagnetik. Irama sirkadian yang terganggu, mengakibatkan seseorang terganggu irama bangun dari tidurnya. Insomnia memang tidak hanya berkaitan dengan radiasi elektormagnetik saja. Bahkan gangguan tidur ini sangat umum dijumpai pada mereka yang menderita suatu penyakit. Sulit tidur dapat berkaitan dengan rasa nyeri, napas pendek, efek samping ibat. Penderita yang mengalami nyeri kronis juga sering mengalami kesulitan dalam mempertahankan keadaan tidur. Pendek napas atau sesak napas di malam hari bahkan menjadi penyebab gejala insomnia yang sering dari gangguan tidur.

Berkaitan dengan gejala insomnia, gangguan tidur yang kadang dapat dijumpai adalah Restless Legs Syndorme (RLS) atau Sindrom Tungkai Gelisah. Pravalensi kelainan ini tidak diketahui, karena sebagian besar tidak terdiagnosis oleh dokter. Namun diperkirakan sebesar 5% dari populasi umum. Empat gejala dalam RLS adalah sebagai berikut :

  1. Gangguan sensotik pada anggota bawah
  2. Kegelisahan motorik pada anggota bawah
  3. Gangguan lebih buruk waktu istirahat
  4. Gejala lebih buruk pada malam hari

Pertama, penderita merasa adanya gangguan sensorik pada anggota bawah yang dapat berupa rasa nyeri, atau rasa ada sesuatu yang menjalar, seperti semut berjalan. Kedua, keluhan motorik umum, berypa penderita merasa kurang nyaman pada tungkainya. Ia merasa gelisah ditungkainya, misalnya perlu bergerak, atau bangkit dan jalan berkeliling. Ketiga, gejala motorik dan sensorik atau bangkit dan jalan berkeliling. Ketiga, gejala motorik dan sensorik ini lebih buruk bila orang yang bersangkutan beristirahan. Keempat, keluhan ini lebih buruk dimalam hari. Secara umum, penderita RLS mengeluh tidak dapat tidur, karena rasa tidak enak pada tungkai, atau perlu bangkit danĀ  jalan dan tidak berbaring ditempat tidur.

Cara menyembuhkan insomnia dengan cara melakukan terapi pembatasan tidur. Terapi pembatasan tidur merupakan tetapi dengan cara mengukur berapa lama Anda tidur selama berbaring pada tempat tidur Anda. Jika Anda hanya mendapatkan waktu tidur selama 6 jam jam dan selama 8 jam berbaring ditempat tidur, maka hal ini merupakan normal, namun jika dibawah dari waktu tersebut maka sebaiknya Anda melakukan konsultasi ke dokter.

Cara menyembuhkan insomnia dengan melakukan terapi kontrol stimulus. Terapi kontrol stimulus dibangung dengan berdasarkan dari ide bahwa penderita insomnia biasanya akan menjadi tempat tidur sebagai tempat untuk bermalas-malasan dan bukan menggunakannya sebagai tempat untuk tidur. Karena itulah, salah satu rekomendasi dari terapu kontrol stimulus ini adalah segera bangun dari tempat tidur jam berapapun itu.

Teknik cara menghilangkan insomnia ini dilakukan dengan membuat penderita insomnia agar lebih terbiasa dengan pola tidur yang baru tersebut. Walaupun terapi perilaky ini memang cukup efektif sebagai cara menyembuhkan insomnia. Namun, cara menyembuhkan insomnia dengan cara seperti ini memang membutuhkan waktu yang lebih lama agar bisa berjalan dengan efektif. Hal inilah yang sering membuat penderita penyakit insomnia menjadi tidak sabar. Karena yang mereka inginkan adalah penyembuhan yang cepat. Karena itu, mereka lebih memilih cara menyembuhkan insomnia dengan obat.

Cara menghilangkan insomnia dengan menggunakan bahan herbal juga bisa menggunakan obat hemeopati. Obat hemeopati merupakan obat herbal alami yang bisa membantu mengatasi insomnia. Obat-obatan hemeopati ini terbuat dari bahan yang alami dan tidak akan menimbulkan suatu efek samping berbahaya yang diberikan oleh obat tidur generik atau medis. Dan salah satunya adalah kopi hemeopati.

Cara menyembuhkan insomnia dengan menggunakan akar valerian, passionflower, dan hops. Jika obat herbal ini dikonsumsi dengan teratur sebelum Anda tidur dalam bentuk sediaan tablet dan juga teh maka bisa membantu mengobati insomnia. Herbal ini akan membantu memberikan efek sangat atau relaksasi yang bisa membantu membuat tubuh beristirahat dengan baik, namun tidak akan mempengaruhi sistem dari kerja saraf pusat misalnya yang dilakukan oleh obat tidur.

Penggunaan lemon balm untuk mengtasi insomnia juga bisa digunakan. Dan penggunaan daun lavender merupakan salah satu jenis tanaman herbal yang bisa membantu menyembuhkan insomnia.

Gejala Insomnia

Cara Beli Obat Insomnia

Jual Obat Insomnia Susah Tidur Untuk Mengatasi Insomnia, Membantu Mengatasi Gejala Susah Tidur sekaligus Mengatur Pola Tidur Yang Berkualitas

Harga Obat Insomnia Tradisional

Harga Obat Insomnia 1 botol Isi 80 Kapsul = Rp.115.000,-/botol

Cara Pemesanan Obat Insomnia: SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Insomnia, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

This entry was posted in Cara Menyembuhkan Insomnia and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.